Hati-hati, Ini Resiko Browsing Menggunakan Browser Incognito

Hati-hati, Ini Resiko Browsing Menggunakan Browser Incognito

234
0
SHARE

Selama ini browser incognito hampir selalu digadang-gadang sebagai browser yang aman karena browser ini tidak akan merekam data history selama Anda berselancar di dunia maya. Data history tersebut sudah pasti meliputi cookies, data username dan password dari akun sosial media Anda. Browser incognito dari Google Chrome sudah lama diandalkan sebagai browser yang memungkinkan penggunanya untuk mengambil kontrol penuh akan privasi mereka.

Tapi terlalu naif jika Anda menganggap dengan menggunakan browser Incognito maka privasi Anda akan 100 persen terlindungi.  Karena faktanya data behaviour Anda selama browsing akan tetap terekam dan dipantau oleh satu pihak, yang tak lain dan tak bukan adalah pihak Google sendiri. Menurut data terkini yang dilangsir oleh situs teknologi TechViral membeberkan bahwa sekitar 56,3 % orang sama sekali tak menyangka bahwa seluruh data mereka sebenarnya akan tersimpan di dalam browser Google (maupun Google Incognito) jika mereka browsing dengan login ke akun Google mereka.

Sisanya, yaitu sekitar 40,2% koresponden menyatakan bahwa pemilik situs yang mereka kunjungi tak akan menyadari bahwa mereka tengah mengunjungi situs tersebut, sedangkan sebanyak 37 % menganggap bahwa privasi mereka selama menggunakan browser Incognito tidak akan bocor apalagi dimanfaatkan oleh pihak manapun, tak terkecuali pihak Google. Padahal pihak Google masih dapat mengambil data-data Anda dan kemudian menjual data tersebut ke pihak ketiga, tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk pemasaran produk.

Perlu diingat bahwa apapun yang terlihat “gratis” di dunia maya, sebenarnya tidak gratis. Karena Anda tidak perlu menggunakan uang untuk membeli produk browser Google, maka Anda perlu membayar Google dengan cara lainnya, yaitu membolehkan data Anda dikumpulkan dan dijual ke pihak ketiga. Dengan cara itulah Google memperoleh revenues. Tak hanya Google, hampir semua situs media sosial pun menggunakan metode facade yang sama.

Tak hanya itu, pihak penyedia layanan internet Anda pun masih bisa lho mengenali identitas Anda. Hal tersebut tentunya sangat masuk akal, karena yang dihapus oleh browser incognito semata-mata hanyalah jejak Anda di internet, tapi bukan data perangkat fisik router dan remote server. Itulah mengapa pihak ISP masih dapat melacak identitas Anda selama Anda berinternet. Walaupun kalau dipikir-pikir memang hal ini sangat dibutuhkan, terutama untuk membantu menemukan buronan teroris, hackers, atau pihak-pihak yang melakukan tindakan cyber crime.

Setiap tindakan pasti ada resikonya. Dengan memahami resiko dari menggunakan browser incognito semoga saja membuat Anda lebih bijak dalam berselancar di dunia maya.

LEAVE A REPLY