Acer Swift 7 Bergelar Laptop Tertipis Di Dunia

Acer Swift 7 Bergelar Laptop Tertipis Di Dunia

57
0
SHARE

Untuk Anda pecinta gadget, pasti tak asing dengan peluncuran beberapa laptop akhir-akhir kemarin. HP, ASUS, dan Lenovo telah mengumumkan PC Microsoft mereka dengan spesifikasi digital yang sangat menakjubkan. Dan kali ini giliran Acer yang memamerkan hasil ciptaan mereka pada publik. Acer Swift 7 menjadi andalan baru perusahaan besar ini.

Penawaran yang diberikan oleh Acer bisa dibilang masuk dalam kategori PC genggam masa kini. Mereka mengklaim bahwa Acer Swift 7 merupakan laptop paling tipis di dunia. Ketebalannya hanya 8.98 mm atau sekitar 0.35 inci. Namun, apakah menjadi ponsel paling tipis di dunia saja sudah cukup? Rasanya tidak.

Acer Swift 7 dibekali dengan prosesor Intel Core i7 generasi ketujuh. Prosesor ini memang sedikit lebih lambat dibandingkan dengan generasi kedelapan yang telah dipakai oleh laptop baru lainnya. Acer tipe ini dijual dengan harga $1.700 yang sedikit membuat kecewa para konsumennya. Dengan harga segitu, masyarakat berharap mendapatkan chipset yang mutakhir dan RAM lebih dari 8 GB. Meski begitu, RAM sebesar 8 GB dirasa cukup oleh Acer. Lalu apa yang bisa didapatkan dengan harga setinggi itu?

Ini menjadi laptop pertama Acer yang menggunakan embedded eSIM. Bahkan Acer Swift 7 juga menjadi yang pertama menggunakan Intel yang terintegrasi dengan XMM LTE radio dengan eSIM. Tak hanya itu, Anda juga bisa menggunakan slot nanoSIM card untuk menghubungkan dengan koneksi data.

Layar sebesar 14 inci dengan tampilan yang bercahaya dan penuh warna. Laptop ini juga terkesan kokoh di bagian bodinya, karena dilapisi dengan Gorilla Glass. Bagian keyboard juga sangat sempurna dengan jarak tombol yang pas dan sangat sesuai untuk desain laptop yang tipis.

Untuk urusan baterai, Acer Swift 7 mampu bertahan hingga 10 jam. Terdapat dua soket USB-C di bagian kiri dan untuk slot nanoSIM dan lubang charger ada di bagian kanan. Jadi, apakah Anda tertarik dengan laptop paling tipis di dunia ini?

LEAVE A REPLY