Hidup Lebih Waras Dengan Diet Sosial Media

Hidup Lebih Waras Dengan Diet Sosial Media

42
0
SHARE

Sudah banyak artikel atau pernyataan yang mengatakan bahwa media sosial yang digunakan secara berlebihan atau tidak benar bisa menyebabkan gangguan kejiwaan. Di era serba digital ini sudah banyak fakta yang menunjukkan bahwa tak sedikit orang yang membuat media sosial sebagai kebutuhan pokok mereka. Kita pasti juga pernah merasakan bahwa tak lengkap rasanya sehari saja tanpa menggunakan gadget.

Sampai akhirnya muncul teori tentang diet sosial media. Meski merasa sangat bergantung dengan media sosial, banyak orang yang sadar bahwa mereka mengalami gangguan jiwa hanya karena hal tersebut. Sebenarnya mudah saja untuk melakukan diet sosial media. Anda bisa mulai dengan menghapus aplikasi seperti Facebook, Instagram, Snapchat, dan Twitter dari ponsel. Anda juga harus berusaha untuk mengurangi bermain laptop atau komputer. Batasi waktu bermain sekali dalam satu hari.

Jika Anda mencoba melakukannya setidaknya selama tiga hari atau bahkan seminggu, Anda akan mulai merasakan hal-hal diluar dugaan.

1. Otak Anda akan terasa lebih tenang, karena tidak terlalu banyak informasi yang masuk ke dalam pikiran.

2. Tingkat kecemasan juga akan menurun. Hal ini karena Anda tidak terlalu memikirkan apa yang akan atau bisa dilihat dari Facebook dan Instagram.

3. Anda juga akan mulai berhenti untuk membandingkan diri Anda sendiri dengan orang lain. Biasanya hal ini akan terjadi di hari kedua Anda melakukan diet sosial media.

4. Berhenti mengasihani diri sendiri. Hal ini terjadi karena Anda tidak berusaha untuk terus bersaing dengan teman di media sosial.

5. Anda akan merasa waktu tidak akan terbuang sia-sia hanya karena ingin mengecek media sosial setiap waktu.

6. Lebih banyak kegiatan lain yang lebih produktif yang bisa dilakukan. Misalnya saja mendengarkan buah hati bercerita, membersihkan rumah, atau sekedar hangout bersama dengan teman-teman.

7. Lebih banyak berinteraksi dengan orang lain secara nyata dan bukan hanya melalui media sosial.

Jadi, apakah Anda masih meragukan teori tentang diet sosial media? Lakukan mulai sekarang, sebelum semakin “gila”.

LEAVE A REPLY