Koneksi Internet Paling Lambat Di Dunia

Koneksi Internet Paling Lambat Di Dunia

1358
0
SHARE
Internet-lambat-1

Apakah kalian merasa Koneksi Internet di Indonesia lambat? Perasaan anda memanglah tepat, ternyata Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara dengan koneksi internet paling lambat didunia. Bayangkan saja dibalik koneksi internet yang sangat cepat yang pada akhir tahun 2012 lalu pemerintah berjanji akan menaikkan kecepatan hingga 1 Gbps berbanding terbalik dengan Indonesia, bisa mendapat koneksi internet 300kbps saja sudah bersyukur apa lagi jika 1 Gbps (ingat 1Gbps= 1.000.000Kbps).

Jika dibandingkan koneksi internet di Indonesia dibanding Korea selatan adalah ibaratkan kura-kura dengan pesawat super jet terbaru. Dan inilah daftar negara dengan koneksi internet paling lambat di dunia (kecepatan semua negara di bawah ini rata-rata kurang dari 256Kbps):

  1. Libya
  2. Nepal
  3. Nigeria
  4. Iran
  5. India
  6. Bolivia
  7. Suriah
  8. Indonesia
  9. Kazakhstan

Menurut hasil laporan dari Akamai, rata-rata kecepatan Internet di Indonesia paling rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di Asia Pasifik koneksi internet di Indonesia termasuk dalam kategori koneksi lambat.

Rata-rata kecepatan koneksi Internet di kuartal 2 tahun 2012 ini hanyalah 0,8 Megabit per detik atau setara dengan 100 Kilobyte per detik.

Walaupun begitu, kecepatan Internet di Indonesia di kuartal ini meningkat 7,2 persen dari kuartal lalu dan meningkat 20 persen dari tahun lalu.

Pemilik kecepatan Internet tertinggi di wilayah Asia-Pasifik adalah Korea Selatan. Di negeri K-Pop tersebut, para pengguna rata-rata menggunakan Internet dengan kecepatan 14,2 Megabit per detik atau setara dengan 1.817 Kilobyte per detik.

Negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura dan Malaysia, memiliki ranking yang lebih baik untuk masalah kecepatan Internet. Rata-rata pengguna di Singapura dan Malaysia dapat mengakses Intenet dengan kecepatan 5,1 Megabit per detik (652 kilobyte per detik) dan 2,2 Megabit per detik (281,6 kilobyte per detik).

Seperti yang dikutip dari Kompas, bahwa Pengembangan jaringan telekomunikasi kanal lebar berbasis kabel serat optik telah dicanangkan sejak 1996 melalui Program Nusantara 21. Namun, program itu terhenti sebelum masuk abad ke-21.

Kebijakan yang tak konsisten ini menyebabkan Indonesia kini tertinggal dalam layanan telekomunikasi di kawasan ASEAN serta masih menghadapi masalah kesenjangan layanan informasi dan komunikasi.

Menurut Setyanto P Santosa, Ketua Umum Masyarakat Telekomunikasi Indonesia, posisi negara ini menurun dari posisi pertama pada era 1970 hingga 1980-an menjadi di bawah empat negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Dalam jumpa pers tentang rencana penyelenggaraan ASEAN Chief Information Officer Forum II yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Juni 2012, Setyanto mengatakan, dalam penyediaan layanan telekomunikasi, Indonesia mengandalkan jaringan nirkabel, yaitu sistem seluler dan satelit. Padahal, jenis prasarana telekomunikasi ini lebih rendah dalam hal kualitas dan kecepatan penyampaian sinyal dibandingkan sambungan kabel serat optik.

Jaringan telekomunikasi di Indonesia, ujar mantan Direktur Utama PT Telkom Indonesia itu, 95 persen berupa telekomunikasi nirkabel dengan kualitas sambungan yang buruk.

Jadi sudah paham kan kenapa koneksi internet lambat terjadi di Indonesia?

LEAVE A REPLY