Aplikasi Navigasi Waze Kena Protes gara-gara Ini

Aplikasi Navigasi Waze Kena Protes gara-gara Ini

77
0
SHARE

Waze adalah salah satu aplikasi navigasi yang belakangan sangat populer digunakan oleh banyak orang. Dibandingkan dengan aplikasi navigasi lainnya, Waze memang dapat membantu Anda dalam menemukan rute jalan yang Anda cari, begitu juga jika Anda membutuhkan rute terpendek yang pastinya dapat mempermudah sekaligus memperpendek jarak tempuh Anda. Tapi Waze tetaplah hanya sekadar aplikasi, sehingga tidak mengherankan jika aplikasi ini pun memiliki cela. Dalam hal ini, aplikasi Waze bahkan banyak menuai protes dari penggunanya.

Salah satu kasus terjadi di kawasan Los Angeles Amerika Serikat. Waze menuai protes dari para pengguna yang mengatakan bahwa aplikasi tersebut mengarahkan pengemudi mobil dan sepeda motor menuju jalan yang sangat curam dan berbahaya, yaitu Baxter Street. Jalanan tersebut memang dikenal sebagai salah satu medan yang memiliki tingkat kecuraman yang cukup tinggi. Bahkan, bisa dibilang kecuraman jalan dari Baxter Street jauh lebih tajam dibandingkan dengan Lombard Street yang terletak di San Fransisco.

Penduduk yang tinggal di sekitar jalan tersebut mengatakan bahwa tingkat kecelakaan yang terjadi di Baxter Street meningkat terutama setelah rute tersebut masuk ke dalam peta navigasi Waze. Dari sanalah mereka kemudian memutuskan untuk melayangkan surat permintaan kepada perusahaan Waze untuk menghapus rute jalan tersebut dari peta.

Juru bicara dari Waze yaitu Julie Mossler mengatakan bahwa permintaan para warga tersebut mustahil untuk dikabulkan. Mengutak-atik kode programming untuk rute aplikasi dapat berdampak pada sistem logaritma yang sudah tertanap pada aplikasi tersebut, dan tentu saja hal tersebut akan berakibat negatif terhadap performa aplikasi dan bagi para pengguna.

Walaupun demikian, Mossler mengatakan bahwa aplikasi Waze  sudah dilengkapi dengan fitur notifikasi yang dapat membantu para drivers untuk memberikan peringatan untuk pengemudi lainnya agar berhati-hati ketika mereka akan melalui suatu rute yang dianggap berbahaya, terutama saat musim hujan datang. Dengan fitur tersebut diharapkan bahwa jumlah kecelakaan yang terjadi akibat kondisi jalan yang berbahaya pun dapat diminimalisir.

Ini bukan pertama kalinya aplikasi Waze melakukan kesalahan yang berdampak terhadap keselamatan pengemudi. Kejadian lain adalah ketika sebuah mobil tercebur ke danau akibat petunjuk navigasi Waze yang kurang tepat. Saat itu, Tara Guerin dan teman-temannya berniat untuk pergi berlibur ke sebuah ski resort di kawasan Vermont. Karena mereka tak mengetahui rute, mereka memutuskan untuk menggunakan Waze demi mencari tahu rute yang tersingkat.

Ternyata tanpa disangka jalur shortcut yang ditunjukkan Waze justru menuntun mobil mereka menuju kolam danau yang beku. Insiden mobil meluncur dan tercebur ke dalam danau pun tidak dapat dihindarkan. Beruntung, insiden tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.

LEAVE A REPLY