Wujud Masa Depan dalam Serial Televisi Black Mirror

Wujud Masa Depan dalam Serial Televisi Black Mirror

66
0
SHARE

Perkembangan teknologi dari masa ke masa merupakan suatu hal yang tak terhindarkan. Teknologi awalnya diproduksi sebagai sarana massal untuk mempermudah berbagai aspek kehidupan manusia. Anda mungkin mengenal teknologi dari masa lampau berupa gesekan batu dan kayu untuk membuat api pada manusia purba, kemegahan bangunan piramida di Mesir atau kuil Petra yang terpahat di bukit batu Yordania, hingga mesin uap sebagai salah satu inovasi teknologi di dunia modern. Novel hingga film bergenre futuristik telah menggambarkan masa depan yang dipenuhi dengan mobil terbang atau teknologi teleportasi, namun tahukah Anda bahwa kecanggihan masa depan telah hadir saat ini?

Tayang di Netflix, serial televisi Black Mirror mengangkat berbagai sisi ekstrem dari perkembangan teknologi di masa depan. Namun tahukah Anda bahwa para ilmuwan dan teknisi dari berbagai penjuru dunia tengah mengembangkan berbagai penemuan mutakhir yang seakan mewujudkan ramalan masa depan dalam episode-episode di Black Mirror? Sebut saja episode Hated in the Nation yang menghebohkan semesta Black Mirror dengan pembunuhan massal oleh sekawanan robot lebah. Serangga buatan tersebut awalnya diproduksi untuk membantu proses penyerbukan buatan karena berkurangnya populasi lebah secara drastis.

Khawatir akan penurunan jumlah koloni lebah sungguhan di Amerika Serikat, sekelompok mahasiswa di Georgia, Amerika Serikat yang merintis proyek Plan Bee. Drone lebah tersebut diklaim sebagai kombinasi unik antara seni dan teknologi untuk membantu meningkatkan produksi pertanian seperti apel, brokoli, blueberry, maupun melon. Robot yang dibuat untuk menggantikan fungsi ekologis lebah yang mulai punah tersebut kabarnya akan siap dipasarkan dalam waktu kurang dari 2 tahun.

Masih di Amerika Serikat, tepatnya di Institut Teknologi Massachusetts, para ilmuwan tengah mengembangkan terobosan dalam hal energi terbarukan. Tak hanya memanfaatkan energi dari alam seperti biasanya, inovasi kali ini nampaknya terinspirasi dari episode Black Mirror bertajuk Fifty Million Merits, mengenai masayarakat yang menghabiskan hidupnya untuk bersepeda dan mendapatkan energi listrik, mata uang, hingga sumber daya lainnya dari konversi energi yang dihasilkan. Konsep yang sama kini tengah dikembangkan di Massachusetts untuk memastikan bahwa cadangan energi bagi kehidupan masyarakat tak lagi menjadi masalah.

Valentine’s Day kemarin, tim produksi Black Mirror baru saja merilis situs bertajuk www.coach.dating, tentunya terinspirasi dari episode Hang the DJ di musim keempat serial dystopian tersebut. Berbeda dengan aplikasi online dating yang pernah ada, Coach Dating mencoba meramalkan kecocokan Anda dan pasangan saat ini berupa estimasi jangka waktu hubungan berdasarkan algoritma futuristik ala Black Mirror. Kapan lagi Anda bisa menghemat waktu dan energi untuk berkencan dan meramalkan masa depan hubungan romantis Anda hanya dengan sekali klik?

LEAVE A REPLY